HEADLINES

Putri Ariani tewas di America’s Got Talent, namun terima Golden Buzzer, pujian Simon Cowell

Meskipun gadis berasal dari Indonesia itu mendapat tempat keempat, Simon Cowell menyifatkannya sebagai penyanyi, penghibur dan insan hebat

8:15 PM MYT

 

KUALA LUMPUR – Peserta America’s Got Talent (AGT) musim ke-18 berasal dari Indonesia, Putri Ariani tewas pada malam akhir program itu yang berlangsung di Amerika Syarikat (AS) pada Khamis.

Putri Ariani atau nama sebenarnya Ariani Nisma Putri, 17, ditewaskan persembahan seekor anjing bernama Hurricane dan tuannya, Adrian Stoica, sekali gus membawa pulang hadiah utama AS$ 1 juta (RM4.7 juta) menerusi undian penonton.

Pemenang utama juga berpeluang membuat persembahan di Superstar Live Show di Hotel Luxor, Las Vegas.

Ahli silap mata, Anna DeGuzman pula mendapat tempat kedua, Murmuration di tempat ketiga dan Ramadhani Brothers di tempat kelima.

Dalam persembahannya, Putri Ariani yang menyampaikan lagu ‘Dont let the sun go down on me’ nyanyian asal Elton John, mendapat ‘Golden Buzzer’ daripada Simon Cowell.

Menurut Simon, tiada siapa yang dapat mengubah fakta bahawa Putri Ariana adalah seorang penyanyi, penghibur dan insan hebat.

Sejak muncul di AGT, Putri Ariani yang juga orang kurang upaya (OKU) (Penglihatan) menerima populariti luar biasa di seluruh dunia.

Selain Putri Ariani, seorang lagi penyanyi terkenal Indonesia, Cakra Khan mengikuti uji bakat AGT.

Namun dia gagal untuk ke peringkat akhir. – 28 September 2023

Topics

 

Popular

Jangan buang kucing di pasar, hantar ke pusat perlindungan jalan terbaik

Tindakan itu juga satu kesalahan di bawah Akta Kebajikan Haiwan 2015

[WATCH] GP fee hike may finally end clinic medicine markups: Dr Thirunavukarasu

Malaysian Medical Association president says decades of suppressed consultation rates forced clinics to rely on medicine sales — but warns patients will still bear rising healthcare costs despite long-overdue reforms

Right-wing commentator Ian Miles Cheong under police scrutiny

According to authorities, investigation focuses on alleged social media posts that could incite public unrest

Related